Selasa, 08 Januari 2013

ketika perpisahan datang


Wahyu Gusti Mustihari Putra, sahabat kami tecinta.
Sempok, nama panggilan sayang kami terhadapnya. Di SMA, Sempok dikenal karena dia begitu baik dan ramah pada adik kelas, kakak kelas, terutama guru-guru. Sosok yang begitu murah senyum, dan mungkin dia juga terkenal sok eksis. Ia juga mengikuti salah satu ekstrakulikuler di SMA, yaitu drumband. Meskipun Ia mempunyai tubuh yang kekar, ia bukanlah seorang penggebuk bass, tapi ia adalah seorang peniup terompet handal. Apa jadinya jika drumband tanpa Sempok? Ancur kali ya .. hahahaha
 Cowok satu ini adalah satu dari beberapa anggota AUTIST yang menjadi bahan olok-olokan di kelas. Dia begitu sabar dan santai menghadapi lontaran olok-olokan dari anggota AUTIST lainnya. Sempok sangat lihai dalam meng-utak-atik komputer, HP, dan lain sebagainya *tukang servis kalee*. Selain itu, ia juga memiliki keahlian dalam merayu para kaum hawa. Bakal klepek-klepek deh dibuatnya. Salah satu korban rayuan Sempok adalah Dwita. Nggak ada hari tanpa nge-gombal ke Dwita deh. Dua tahun AUTIST di buat terbahak-bahak oleh Sempok akan tingkah lakunya.
Harapan kami sih, AUTIST bisa utuh dan sukses bersama-sama walaupun jalan kesuksesan tersebut diraih dengan jalan yang berbeda. Berbeda disini bukan maksudnya yang satu lewat jalan sesat, yang satu lewat jalan terang loh ya. Maksudnya, kami meraih kesuksesan dengan semangat kerja keras kami di universitas yang berbeda-beda.
Akan tetapi Allah berkehendak lain, tepat di hari Minggu, 5 Agustus 2012, kami di rundung kesedihan yang amat sangat mendalam, Sempok alias Wahyu Gusti Mustihari Putra meninggalkan kami semua, meninggalkan para sahabat, teman, dan juga keluarganya. Kami tercengang mendapat kabar itu. Sungguh tak percaya apakah ini benar-benar terjadi? Padahal, beberapa jam sebelum sepeninggalannya, Ia masih bercanda dengan para sahabat dan temannya melalui jejaring sosial Twitter, Facebook, bahkan melalui SMS.
Percaya tak percaya, mau tak mau, kami harus ikhlas melepas kepergiannya. Membiarkan Dia tenang disana, di sisi Allah. Kelak Dia juga akan senang melihat para sahabatnya berhasil mendapat gelar sarjana, dia melihat dari kejauhan. Dan satu lagi, Wahyu Gusti Mustihari Putra selalu ada dalam hati kami, di relung hati yang terdalam. Selamat tinggal Sempok, selamat jalan, beristirahatlah dengan tenang.
Sahabat tercintaku.. aku ingat ketika kita selalu galau bersama, cerita tentang PHP tentang banyak hal sampek gombal-gombalan. haha :D  {cc. Fellyan Dessy Restya Wijayanti}



1 komentar: