Wahyu Gusti Mustihari Putra, sahabat kami tecinta.
Sempok, nama panggilan sayang kami
terhadapnya. Di SMA, Sempok dikenal karena dia begitu baik dan ramah pada adik
kelas, kakak kelas, terutama guru-guru. Sosok yang begitu murah senyum, dan
mungkin dia juga terkenal sok eksis. Ia juga mengikuti salah satu ekstrakulikuler
di SMA, yaitu drumband. Meskipun Ia mempunyai tubuh yang kekar, ia bukanlah
seorang penggebuk bass, tapi ia adalah seorang peniup terompet handal. Apa
jadinya jika drumband tanpa Sempok? Ancur kali ya .. hahahaha
Cowok satu ini adalah satu dari beberapa
anggota AUTIST yang menjadi bahan olok-olokan di kelas. Dia begitu sabar dan
santai menghadapi lontaran olok-olokan dari anggota AUTIST lainnya. Sempok
sangat lihai dalam meng-utak-atik komputer, HP, dan lain sebagainya *tukang
servis kalee*. Selain itu, ia juga memiliki keahlian dalam merayu para kaum
hawa. Bakal klepek-klepek deh dibuatnya. Salah satu korban rayuan Sempok adalah
Dwita. Nggak ada hari tanpa nge-gombal ke Dwita deh. Dua tahun AUTIST di buat
terbahak-bahak oleh Sempok akan tingkah lakunya.
Harapan kami sih, AUTIST bisa utuh dan
sukses bersama-sama walaupun jalan kesuksesan tersebut diraih dengan jalan yang
berbeda. Berbeda disini bukan maksudnya yang satu lewat jalan sesat, yang satu
lewat jalan terang loh ya. Maksudnya, kami meraih kesuksesan dengan semangat
kerja keras kami di universitas yang berbeda-beda.
Akan tetapi Allah berkehendak lain, tepat
di hari Minggu, 5 Agustus 2012, kami di rundung kesedihan yang amat sangat
mendalam, Sempok alias Wahyu Gusti Mustihari Putra meninggalkan kami semua,
meninggalkan para sahabat, teman, dan juga keluarganya. Kami tercengang
mendapat kabar itu. Sungguh tak percaya apakah ini benar-benar terjadi? Padahal,
beberapa jam sebelum sepeninggalannya, Ia masih bercanda dengan para sahabat
dan temannya melalui jejaring sosial Twitter, Facebook, bahkan melalui SMS.
Percaya tak percaya, mau tak mau, kami
harus ikhlas melepas kepergiannya. Membiarkan Dia tenang disana, di sisi Allah.
Kelak Dia juga akan senang melihat para sahabatnya berhasil mendapat gelar
sarjana, dia melihat dari kejauhan. Dan satu lagi, Wahyu Gusti Mustihari Putra
selalu ada dalam hati kami, di relung hati yang terdalam. Selamat tinggal
Sempok, selamat jalan, beristirahatlah dengan tenang.
Sahabat tercintaku.. aku ingat ketika kita selalu galau bersama, cerita tentang PHP tentang banyak hal sampek gombal-gombalan. haha :D {cc. Fellyan Dessy Restya Wijayanti}
teman kita ganteng :')
BalasHapus